Monday, October 19, 2009

IPtables pada linux

Tutorial IPTables
Lukman HDP/s3trum (lukman_hdp@yahoo.com)

August 5, 2003
Tulisan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai pemfilteran paket menggunakan IPTables pada Linux. Tulisan ini bersifat general yang menjelaskan secara umum bagaimana sintaks IPTables dibuat. Beberapa (banyak?) bagian dari tulisan diambil dari official site IPTables. Tidak ada copyright apapun dalam dokumen ini, anda bebas menyalin, mencetak, maupun memodifikasi (dengan menyertakan nama penulis asli). Kritik, koreksi, saran dan lain-lain silahkan dialamatkan ke email tersebut di atas. Semoga bermanfaat.
1. Persiapan

Sebelum mulai, diharapkan pembaca sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai TCP/IP karena hal ini merupakan dasar dari penggunaan IPTables. Ada (sangat) banyak resource yang mendokumentasikan konsep dasar tentang TCP/IP, baik itu secara online maupun cetak. Silahkan googling untuk mendapatkannya.

Hal berikutnya yang harus anda persiapkan adalah sebuah komputer yang terinstall Linux. Akan lebih baik jika komputer anda memiliki 2 buah network interface card, sebab bisa menjalankan fungsi packet forwarding. Disarankan anda menggunakan linux dengan kernel 2.4 ke atas, karena (setahu saya) linux dengan kernel 2.4 ke atas sudah memiliki dukungan IPTables secara default, sehingga anda tidak perlu mengkompilasi ulang kernel anda. Bagi anda yang menggunakan kernel 2.2 atau sebelumnya, anda harus melakukan kompilasi kernel untuk memasukkan dukungan IPTables. Silahkan lihat tutorial Kompilasi kernel 2.4.x di Linux oleh mas Asfik.
2. Pendahuluan

IPTables memiliki tiga macam daftar aturan bawaan dalam tabel penyaringan, daftar tersebut dinamakan rantai firewall (firewall chain) atau sering disebut chain saja. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD.

Pada diagram tersebut, lingkaran menggambarkan ketiga rantai atau chain. Pada saat sebuah paket sampai pada sebuah lingkaran, maka disitulah terjadi proses penyaringan. Rantai akan memutuskan nasib paket tersebut. Apabila keputusannnya adalah DROP, maka paket tersebut akan di-drop. Tetapi jika rantai memutuskan untuk ACCEPT, maka paket akan dilewatkan melalui diagram tersebut.

Sebuah rantai adalah aturan-aturan yang telah ditentukan. Setiap aturan menyatakan “jika paket memiliki informasi awal (header) seperti ini, maka inilah yang harus dilakukan terhadap paket”. Jika aturan tersebut tidak sesuai dengan paket, maka aturan berikutnya akan memproses paket tersebut. Apabila sampai aturan terakhir yang ada, paket tersebut belum memenuhi salah satu aturan, maka kernel akan melihat kebijakan bawaan (default) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan kepada paket tersebut. Ada dua kebijakan bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT.

Jalannya sebuah paket melalui diagram tersebut bisa dicontohkan sebagai berikut:

Perjalanan paket yang diforward ke host yang lain

1. Paket berada pada jaringan fisik, contoh internet.
2. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada table Mangle. Chain ini berfungsi untuk me-mangle (menghaluskan) paket, seperti merubah TOS, TTL dan lain-lain.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel nat. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan DNAT (Destination Network Address Translation).
5. Paket mengalami keputusan routing, apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain.
6. Paket masuk ke chain FORWARD pada tabel filter. Disinlah proses pemfilteran yang utama terjadi.
7. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel nat. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan SNAT (Source Network Address Translation).
8. Paket keluar menuju interface jaringan, contoh eth1.
9. Paket kembali berada pada jaringan fisik, contoh LAN.

Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal

1. Paket berada dalam jaringan fisik, contoh internet.
2. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel mangle.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel nat.
5. Paket mengalami keputusan routing.
6. Paket masuk ke chain INPUT pada tabel filter untuk mengalami proses penyaringan.
7. Paket akan diterima oleh aplikasi lokal.

Perjalanan paket yang berasal dari host lokal

1. Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan.
2. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel mangle.
3. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel nat.
4. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel filter.
5. Paket mengalami keputusan routing, seperti ke mana paket harus pergi dan melalui interface mana.
6. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT.
7. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
8. Paket berada pada jaringan fisik, contoh internet.
3. Sintaks IPTables

iptables [-t table] command [match] [target/jump]



1. Table

IPTables memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER. Penggunannya disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Fungsi dari masing-masing tabel tersebut sebagai berikut :

1. NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
2. MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
3. FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT

2. Command

Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.

Command



Keterangan

-A
--append



Perintah ini menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir

-D
--delete



Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.

-R
--replace



Penggunaannya sama seperti --delete, tetapi command ini menggantinya dengan entry yang baru.

-I
--insert



Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.

-L
--list



Perintah ini menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan, maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).

-F
--flush



Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan di-flush.

-N
--new-chain



Perintah tersebut akan membuat chain baru.

-X
--delete-chain



Perintah ini akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.

-P
--policy



Perintah ini membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.

-E
--rename-chain



Perintah ini akan merubah nama suatu chain.

3. Option

Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.

Option



Command Pemakai



Keterangan

-v
--verbose



--list
--append
--insert
--delete
--replace



Memberikan output yang lebih detail, utamanya digunakan dengan --list. Jika digunakan dengan
--list, akan menampilkam K (x1.000),
M (1.000.000) dan G (1.000.000.000).

-x
--exact



--list



Memberikan output yang lebih tepat.

-n
--numeric



--list



Memberikan output yang berbentuk angka. Alamat IP dan nomor port akan ditampilkan dalam bentuk angka dan bukan hostname ataupun nama aplikasi/servis.

--line-number



--list



Akan menampilkan nomor dari daftar aturan. Hal ni akan mempermudah bagi kita untuk melakukan modifikasi aturan, jika kita mau meyisipkan atau menghapus aturan dengan nomor tertentu.

--modprobe



All



Memerintahkan IPTables untuk memanggil modul tertentu. Bisa digunakan bersamaan dengan semua command.

4. Generic Matches

Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.

Match



Keterangan

-p
--protocol


Digunakan untuk mengecek tipe protokol tertentu. Contoh protokol yang umum adalah TCP, UDP, ICMP dan ALL. Daftar protokol bisa dilihat pada /etc/protocols.

Tanda inversi juga bisa diberlakukan di sini, misal kita menghendaki semua protokol kecuali icmp, maka kita bisa menuliskan --protokol ! icmp yang berarti semua kecuali icmp.

-s
--src
--source


Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan alamat IP asal. Alamat di sini bisa berberntuk alamat tunggal seperti 192.168.1.1, atau suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.1.0/255.255.255.0, atau bisa juga ditulis 192.168.1.0/24 yang artinya semua alamat 192.168.1.x. Kita juga bisa menggunakan inversi.

-d
--dst
--destination


Digunakan untuk mecocokkan paket berdasarkan alamat tujuan. Penggunaannya sama dengan match –src

-i
--in-interface


Match ini berguna untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket datang. Match ini hanya berlaku pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING

-o
--out-interface


Berfungsi untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket keluar. Penggunannya sama dengan
--in-interface. Berlaku untuk chain OUTPUT, FORWARD dan POSTROUTING

5. Implicit Matches

Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.

a. TCP matches

Match



Keterangan

--sport
--source-port



Match ini berguna untuk mecocokkan paket berdasarkan port asal. Dalam hal ini kia bisa mendefinisikan nomor port atau nama service-nya. Daftar nama service dan nomor port yang bersesuaian dapat dilihat di /etc/services.

--sport juga bisa dituliskan untuk range port tertentu. Misalkan kita ingin mendefinisikan range antara port 22 sampai dengan 80, maka kita bisa menuliskan --sport 22:80.

Jika bagian salah satu bagian pada range tersebut kita hilangkan maka hal itu bisa kita artikan dari port 0, jika bagian kiri yang kita hilangkan, atau 65535 jika bagian kanan yang kita hilangkan. Contohnya --sport :80 artinya paket dengan port asal nol sampai dengan 80, atau --sport 1024: artinya paket dengan port asal 1024 sampai dengan 65535.Match ini juga mengenal inversi.

--dport

--destination-port



Penggunaan match ini sama dengan match --source-port.

--tcp-flags



Digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan TCP flags yang ada pada paket tersebut. Pertama, pengecekan akan mengambil daftar flag yang akan diperbandingkan, dan kedua, akan memeriksa paket yang di-set 1, atau on.

Pada kedua list, masing-masing entry-nya harus dipisahkan oleh koma dan tidak boleh ada spasi antar entry, kecuali spasi antar kedua list. Match ini mengenali SYN,ACK,FIN,RST,URG, PSH. Selain itu kita juga menuliskan ALL dan NONE. Match ini juga bisa menggunakan inversi.

--syn



Match ini akan memeriksa apakah flag SYN di-set dan ACK dan FIN tidak di-set. Perintah ini sama artinya jika kita menggunakan match --tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN

Paket dengan match di atas digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru terhadap server

b. UDP Matches

Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP.
Ada dua macam match untuk UDP:

--sport atau --source-port
--dport atau --destination-port

c. ICMP Matches

Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu :

--icmp-type

6. Explicit Matches

a. MAC Address

Match jenis ini berguna untuk melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address. Perlu diingat bahwa MAC hanya berfungsi untuk jaringan yang menggunakan teknologi ethernet.

iptables –A INPUT –m mac –mac-source 00:00:00:00:00:01


b. Multiport Matches

Ekstensi Multiport Matches digunakan untuk mendefinisikan port atau port range lebih dari satu, yang berfungsi jika ingin didefinisikan aturan yang sama untuk beberapa port. Tapi hal yang perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggunakan port matching standard dan multiport matching dalam waktu yang bersamaan.

iptables –A INPUT –p tcp –m multiport --source-port 22,53,80,110

c. Owner Matches

Penggunaan match ini untuk mencocokkan paket berdasarkan pembuat atau pemilik/owner paket tersebut. Match ini bekerja dalam chain OUTPUT, akan tetapi penggunaan match ini tidak terlalu luas, sebab ada beberapa proses tidak memiliki owner (??).

iptables –A OUTPUT –m owner --uid-owner 500

Kita juga bisa memfilter berdasarkan group ID dengan sintaks --gid-owner. Salah satu penggunannya adalah bisa mencegah user selain yang dikehendaki untuk mengakses internet misalnya.

d. State Matches

Match ini mendefinisikan state apa saja yang cocok. Ada 4 state yang berlaku, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED dan INVALID. NEW digunakan untuk paket yang akan memulai koneksi baru. ESTABLISHED digunakan jika koneksi telah tersambung dan paket-paketnya merupakan bagian dari koneki tersebut. RELATED digunakan untuk paket-paket yang bukan bagian dari koneksi tetapi masih berhubungan dengan koneksi tersebut, contohnya adalah FTP data transfer yang menyertai sebuah koneksi TCP atau UDP. INVALID adalah paket yang tidak bisa diidentifikasi, bukan merupakan bagian dari koneksi yang ada.

iptables –A INPUT –m state --state RELATED,ESTABLISHED

7. Target/Jump

Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.

iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets

Target



Keterangan

-j ACCEPT
--jump ACCEPT



Ketika paket cocok dengan daftar match dan target ini diberlakukan, maka paket tidak akan melalui baris-baris aturan yang lain dalam chain tersebut atau chain yang lain yang mereferensi chain tersebut. Akan tetapi paket masih akan memasuki chain-chain pada tabel yang lain seperti biasa.

-j DROP
--jump DROP



Target ini men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket antara client dan server.

Paket yang menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.

-j RETURN
--jump RETURN



Target ini akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada chain dimana paket tersebut menemui target RETURN. Jika chain merupakan subchain dari chain yang lain, maka paket akan kembali ke superset chain di atasnya dan masuk ke baris aturan berikutnya. Apabila chain adalah chain utama misalnya INPUT, maka paket akan dikembalikan kepada kebijakan default dari chain tersebut.

-j MIRROR



Apabila kompuuter A menjalankan target seperti contoh di atas, kemudian komputer B melakukan koneksi http ke komputer A, maka yang akan muncul pada browser adalah website komputer B itu sendiri. Karena fungsi utama target ini adalah membalik source address dan destination address.

Target ini bekerja pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING atau chain buatan yang dipanggil melalui chain tersebut.

Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:

a. LOG Target

Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG --log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG --log-level debug
iptables –A INPUT –p tcp –j LOG --log-prefix “INPUT Packets”

b. REJECT Target

Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT --reject-with icmp-host-unreachable

Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.

c. SNAT Target

Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT --to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000

d. DNAT Target

Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 --dport 80 –j DNAT --to-destination 192.168.0.2

e. MASQUERADE Target

Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option --to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.

Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE

f. REDIRECT Target

Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –i eth1 –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to-port 3128

Tutuorial Squid bisa dilihat di Instalasi Squid, Banner Filter, Porn Filter, Limit Bandwith, Transparan Proxy bikinan mas Hanny.
4. Penutup

Demikian dasar-dasar dari IPTables beserta komponen-komponennya. Mungkin anda masih agak bingung tentang implementasi dari apa yang telah dijelaskan di atas. Insya Allah dalam tulisan yang akan datang, saya akan memberikan beberapa contoh kasus jaringan yang menggunakan IPTables. Yea.. may I have enough power to do it :)
5. Change Log

Thursday, October 15, 2009

LOGIKA pROGAM jARKOM pADA liNUX

Logika Program

Pada pertemuan kali ini, kita akan mencoba untuk memanipulasi IP address pada LINUX. Disini kita akan menentukan IP address kita masing-masing, memeriksa IP address seseorang, Memblock IP address seseorang agar IP address yang kita block tidak bisa memeriksa IP address kita maupun sebaliknya, dan juga kita dapat mengembalikan hak akses IP address seseorang.
Kita menggunakan perintah ”Ifconfig eth0 172.16.2.205 netmask 255.255.255.0” untuk menentukan IP address kita masing-masing. 172.16.2.205 adalah merupakan IP address yang telah kita tentukan sendiri, sedangkan netmask 255.255.255.0 adalah merupakan kelas C. Jadi IP address yang telah kita buat berada di kelas C.
Setelah itu kita akan memasukkan perintah ”ping 172.16.2.205”, dimana perintah ”ping” adalah perintah yang digunakan untuk memeriksa IP adress yang dituju, sedangkan ”172.16.2.205” adalah IP address yang ingin kita periksa.
Jika kita ingin memblok IP address seseorang, kita dapat menggunakan perintah ”Iptables -A INPUT –s 203.130.23.98 –j DROP” dimana jika kita memblock IP address seseorang dengan perintah, maka orang yang kita block maupun kita sendiri yang memblock sama-sama tidak bisa saling mengecek IP address. ”-A” di sini bisa berarti Append, Insert yang berarti menyisipkan, memasukkan, ”-s” di sini merupakan ”source”, ”203.130.23.98” merupakan IP address yang akan kita block, ”-j” berarti ”jump”, dan kata ”DROP” berarti memblock.
Jika kita ingin mengembalikan hak akses orang yang telah kita block maupun hak akses kita terhada orang yang telah kita block IP addressnya, kita dapat menuliskan perintah ” Iptables -A INPUT –s 203.130.23.98 –j ACCEPT” yang dimana kita akan megembalikan hak akses seseorang agar dapat memeriksa IP address kita mauapun sebaliknya. Sama seperti di atas, ”-A” berarti ”append” atau ”insert”, ”-s” berarti ”source”, ” 203.130.23.98” merupakan IP address yang akan kita kembalikan hak aksesnya, ”-j” berarti ”jump”, dan ”ACCEPT” merupakan perintah untuk menerima/ memberikan hak akses kembali.
Kita dapat melihat kegiatan DROP dan ACCEPT yang telah dilakukan dengan menggunakan perintah ”iptables –L”. Dengan mengetikkan perintah ini, saat kita menekan tombol enter, maka akan keluar list dari kegiatan DROP dan ACCEPT yang telah kita lakukan.

Wednesday, February 25, 2009

Using Mobile Technology For Your Payments By Amy Nutt Platinum Quality Author

We now use our mobile phones for everything that we do. We talk on them, we text message, we email, take pictures, record videos, send those pictures and videos in messages, play games, and so much more. But now you can use mobile technology to make bill payments. That is how advanced this system has become.

But how secure is this system? Is it something that you really want to do? Many individuals are not secure with this sort of system and others are. That is why it is good to evaluate the situation to see if this is something you would like to do.

Security

Many individuals have mobile phone carriers that enable them to make their mobile phone payment right from their phone. Their payment account information is already in the system, so all they have to do is push a button and their payment is made. They then don't have to worry about their payment again until next month. But due to the fact that the Internet has become available on mobile phones, there are people wondering if they can make their other payments over their phone just like they do with their personal computers. Is it as secure?

Well, since mobile Internet is being phased out because mobile phones can access the same Internet that personal computers access, it is fair to say that it is just as safe. If you are accessing a secure site over your phone, you should have no issues making your payment. The only problem that you may encounter is the fact that you have to have a solid connection when you carry out your transaction. This will not compromise your security, but could result in you actually making a payment twice if you're not sure it went through the first time. This can result in you having to consult with the company you made a payment to and telling them that you had a connection issue that resulted in a double payment.

Conveniences and issues

It is very convenient to be able to make payments over your mobile phone, but there are still some phones that do not support the more advanced Internet access. Because of this, you may not be able to make your payments over your mobile phone, especially since thee are some websites that are not mobile enabled. They won't display right or will not be able to give you the option to pay at all. In this case, you would be better off making a phone call to make your payment.

But the convenience of it cannot be denied for the fact that you can be sitting on a bus, on a subway, in a cab, standing in a long line at a department store, or even at a sporting event and pay your bills. You don't have to wait until you get home in order to make your payment. You can do it right then and there without any issues. Just make sure you have an adequate connection to ensure that you can process the payment smoothly.

Will you do it?

With this said, will you do it? Will you make your bill payments over your mobile phone? If you are in a situation where you need to make a payment right now, this may be a viable solution. This is especially true if it is the difference between you getting a very high late fee or not getting a very high late fee. If it is a credit card payment, it could be the difference between having to pay a higher interest rate because of a late payment and not having to pay a high interest rate. That is the convenience of making payments using your mobile phone.

North America's leading offline and online payment processor for debit and credit card processing offering merchant account services, and payment gateway. Accept Credit card and Debit Card Payments with our POS equipment.

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Amy_Nutt

Saturday, February 14, 2009

information technology

As customary to my write ups, I try to reflect on sundry issues as it concerns Nigeria and the rest of the developing (sounding cynical; underdeveloped) economies. As we are still struggling to catch up with the rest of the world mostly the West on every issue that regards development of values. Laying credence to this fact can be seen in the way we use the internet, the GSM communication system and every other innovation that is Information Technology based. Now back to the issue that gave rise to this write up, the Millennium Development Goals (MDG).

The Millennium Development Goals are sets of eight point Agenda aligned by the United Nations to see it's underdeveloped members with a low Human Development Index (HDI) and low per capita income (as most of these countries live an average of a dollar a day) to become developed by the target year 2015. The motion was adopted by 149 leaders from different parts of the Globe and adopted by 189 countries in the year 2000. These agendas or goals were derived from the United Nations Millennium Declaration in view of the various problems still plaguing the developing world

The millennium Development Goals are the world's answer and targets for addressing extreme poverty in various dimensions; such as income poverty; lack of adequate shelter, hunger; and disease among others, while at the same time promoting Education, gender equality and environmental sustainability.

Now to the crux of the matter, these millennium goals looking at our peculiar situations and conditions, how can it be attained? Now we are in the age of information and as such it is inherent that we look at how we can as nations yet to be

reckoned in world economy, use the information at our disposal to make this a reality by the target year 2015. The internet, GSM Technology etc, has come to stay with us, and information technology remains the only veritable tool that can be used to usher in a new dawn where the basic human right such as the rights of each person on the planet to health, education, shelter and security as well as gender equality and empowerment of women can be attained on a platter. It has been noticed that countries like China and India inundated with population explosion but embraced the IT idea as the only veritable tool to enhance their human development, has witnessed a geometric increase in their per capita income and overall human development index, available statistics and other forms of data and economic indicators can lay credence to this fact.

Now if I may digress a bit, I'll state here that for the millennium goals to be achieved by Nigeria and the rest of the developing economies; urgent steps should be taken to implement the following:
computer literacy programs beginning from kindergarten to all levels of the individual's development
funding of information technology institutes by the government as well as private sector
partnering with developed nations by encouraging exchange programs mostly at the tertiary institution level increased funding in medical researches and other IT based medical programs
The agricultural sector should experience an increment in funding of all its programs most especially IT based researches so as to report a massive output in production for local consumption as well as export.

The menace faced by the continent as a result of hunger and poverty, HIV/AIDS pandemic, depletion of renewable energy and resources etc, can be addressed as stated below if information Technology can be enhanced in every facet of our economy and the general polity.
POVERTY AND HUNGER ERADICATION: Poverty and hunger remains the biggest scourge ravaging the African continent, but with the advancement of technology, with information technology and the Internet, food produced in the United States, Canada, Europe and the Asian Tigers can be easily sent to Africa and other parts of the world where it is needed. During wars and strife, like experienced in the Nigerian/Biafran war that lasted between the periods of 1967-1970, there was a dearth of food and medical attention most especially on the Biafran side as a result of an information blockade by the Nigerian Government.

But with the improvement of Information technology, no matter where such problems are, the satellites will pick up signals and therefore do all that is required to be done to reduce the problems associated with lack of food and other supplements. As a local importer based in Nigeria or any part of the developing world, you can get hooked up with big time farmers based in Europe or the United States etc via the internet through the company's website and email address. Agricultural produce can be easily exported saving the cost that would have been originally spent on flight tickets, hotel booking and reservations, taxes etc and also eliminating the role of the middle man which greatly saves the cost of production and importation.

HIV/AIDS (PLWHA): The HIV/AIDS pandemic currently pervading the African continent with Nigeria and South Africa trailing India in that order, can be deduced from lack of adequate information, but with the recent development as regards information technology, this scourge can be well taken care of. The introduction of mobile clinics and diagnostic centers whose activities in remote and rustic areas most especially, was made possible by the information technology phenomenon, where a doctor in a far away clinic for example a doctor in John Hopkins University hospital in the United States can with the use of sophisticated gadgets diagnose and cure patients via a satellite and a modem installed both at the clinic in America and the remote location. With this development, HIV/AIDS patients or PLWHA (PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS) and other deadly illnesses can now be managed, as the constraint caused by distance has been removed with the advancement in information Technology.

POWER AND ENERGY: As part of the Millennium Development Goals of the United Nations, power and other renewable forms of energy has been understudied over the past decade or so, since fossil fuel deposits continue to deplete with replenishing, it becomes pertinent for countries whose economies are centered on it to advance and diversify their economy so as to be among the league of nations with high human development index, and if one should ask, how else can this be achieved if not by information technology. Recently a group of scientist built an automobile that can be powered by air, amazing it sounds; one of the wonders of IT. More discoveries and innovations will be made, as earlier discoveries like space science has improved virtually all sectors of the economy of Nations like the United States, Russia, and Europe in medicine telecommunication, military, etc.

From the for going, one cannot overemphasize the importance of information Technology as a tool for human and resources development, just as the industrial revolution of the 18th century that ushered in a new dawn that has remained evergreen in the annals of history, so will it create an unprecedented and indelible mark that will remain evergreen in the sands of time.

Chinemere Onuekwusi is a young Nigerian passionate about change to put the country and the continent back to world reckoning, you can read more of his articles at his blog and make your comments on any of his articles. Feel free today and hit his blog site at

0 komentar