Tuesday, March 16, 2010

iPad Apple

iPad Apple




150.000 apps di ujung jari Anda. Sejak hari pertama.

iPad akan berjalan hampir 150.000 aplikasi dari App Store. Jadi anda dapat menggunakan semua itu sangat menyenangkan dan bermanfaat aplikasi - termasuk segala sesuatu mulai dari permainan untuk produktivitas aplikasi - langsung dari kotak. Watch the video iPad



150.000 apps. Dan menghitung.

Sekarang, Anda dapat memilih dari lebih dari 150.000 aplikasi di App Store termasuk aplikasi hiburan, produktivitas aplikasi, aplikasi jaringan sosial, permainan, dan banyak lagi. iPad bekerja dengan hampir semua dari mereka. Jadi, jika Anda sudah memiliki aplikasi untuk iPhone atau iPod touch, hanya sync mereka untuk iPad dari Mac atau PC Anda. Mereka berjalan dalam ukuran aslinya atau Anda dapat memperluas mereka untuk mengisi layar iPad.




Apps pada iPad.

App Store Tekan ikon pada iPad Anda, dan Anda dapat men-download aplikasi manapun Anda berada. Browse bagian dari fitur aplikasi toko yang dirancang khusus untuk iPad. Anda akan menemukan ratusan yang membuat sebagian besar layar besar, responsif kinerja, dan Multi-Touch interface. Atau browse iPhone dan iPod touch apps. Tidak peduli apa yang Anda butuhkan, ada pasti akan sebuah aplikasi untuk itu.

sumber:apple.com

notebook terbaik versi pcworld

notebook terbaik versi pcworld


Inilah notebook terbaik versi PCWorld dengan peraihan score tertinggi, yaitu 81 poin untuk kategori 'Top 10 Power Laptops'. Menurut PCWorld (9/11) Apple MacBook Pro telah mengalahkan beberapa notebook lainnya, seperti HP Pavilion HDX, Acer Aspire 5920G, dengan selisih hanya 1 poin saja.

Sesuai dengan kategori yang dimenangkannya, Apple MacBook Pro merupakan seri notebook yang menawarkan kekuatan unjuk kerja. Apple MacBook Pro adalah notebook dengan display 17 inch dari Apple yang dibuat dengan mengandalkan kekuatan prosesor Intel Core 2 Duo T770 (2,4 GHz) dengan kecepatan RAM maksimum 4 GB. Dengan perpaduan tersebut, notebook ini menawarkan banyak keunggulan, mulai dari kekuatan unjuk kerja, kecepatan hingga display layar yang bagus. Hal lain yang membuat notebook ini istimewa adalah dimensinya yang tergolong tipis dan berat yang relatif ringan untuk notebook besar (17 inch) di kelasnya, yaitu hanya sekitar 3,08 kg.

Selain itu Apple juga mengijinkan pembeli untuk memilih Sistem Operasi yang akan dipakai, dengan penawaran OS Windows dan Mac OS. Adapun harga yang dipatok Apple untuk Apple MacBook Pro ini berkisar antara $ 2949 dollar Amerika.
Sedangkan spesifikasi dasar dari Apple Notebook Pro ini adalah sebagai berikut :

* Prosesor Intel Core 2 Duo T770 (2,4 GHz)
* Memory 4 GB
* Harddisk 160 GB
* Grafis nVidia GeForce 8600M GT
* DVI output port
* Built-in iSight camera
* Built-in Bluetooth 2.0+EDR (Enhanced Data Rate)
* One FireWire 400, one FireWire 800, two USB 2.0 ports, and ExpressCard/34 slot
* Kensington cable lock slot
* 85W MagSafe Power Adapter dilengkapi dengan cable management system
* Built-in AirPort Extreme Wi-Fi wireless networking (based on an IEEE 802.11n draft specification); IEEE 802.11a/b/g compatible
* Built-in 10/100/1000BASE-T Gigabit Ethernet (RJ-45 connector)
* Combined optical digital input/audio line in (minijack) dan optical digital output/headphone out (minijack)
* Built-in stereo speakers
* Internal omnidirectional microphone (terletak di bagian bawah kiri speaker grille)
* Daya tahan battery kurang lebih sekitar 2 jam 45 menit


sumber:http://www.beritanet.com

Monday, March 8, 2010

Teknologi tinggi dan Modern Life

Teknologi tinggi dan Modern Life

This is an excerpt from the paper... Ini adalah kutipan dari koran ...

High technology has touched almost every facet of human experience all around the world. Teknologi tinggi telah menyentuh hampir setiap aspek dari pengalaman manusia di seluruh dunia. Global positioning system, or GPS, technology is no exception. Global positioning system, atau GPS, teknologi tidak terkecuali. In fact, it has a special place in technology because it has the potential to find the exact location of any person or thing anywhere in the world. Bahkan, ia memiliki tempat khusus dalam teknologi karena memiliki potensi untuk menemukan lokasi yang tepat dari setiap orang atau benda di mana pun di dunia. That is a great benefit because it means that GPS makes it possible for people never to get lost, anywhere in the world, again. Itu adalah keuntungan besar karena itu berarti bahwa GPS yang memungkinkan orang tidak pernah untuk tersesat, di mana saja di dunia, lagi. However, it would be foolish to think that GPS has benefits only, especially in the case of GPS technology in automobiles. Namun, itu akan bodoh untuk berpikir bahwa memiliki keuntungan hanya GPS, terutama dalam hal teknologi GPS di dalam mobil. Even though installation of GPS in cars seems to present advantages, it also presents disadvantages. Meskipun instalasi GPS di dalam mobil tampaknya sekarang keuntungan, hal itu juga menyajikan kerugian. Surprising social and cultural problems could result if people fail to think about these disadvantages before they adopt the technology. Mengejutkan sosial dan budaya dapat mengakibatkan masalah jika orang gagal untuk berpikir tentang kerugian ini sebelum mereka mengadopsi teknologi. That is particularly true in regard to human privacy and human survival competency. Itu terutama berlaku dalam hal privasi manusia dan kelangsungan hidup manusia kompetensi. The importance of balancing the ethical disadvantages against the technical advantages of GPS in automobiles is the subject of this research. Pentingnya etika menyeimbangkan kerugian terhadap keuntungan teknis GPS di mobil adalah subjek penelitian ini.

GPS technology started out as a military tool. Teknologi GPS dimulai sebagai alat militer. The reason for that can be seen in an explanation of how GPS works technically. Alasan untuk itu dapat dilihat dalam penjelasan tentang bagaimana GPS bekerja secara teknis. The idea of GPS is that a network of 24 satellites can send and transmit signals to a GPS receiving device no matter where on earth it is located. Gagasan GPS adalah bahwa jaringan 24 satelit dapat mengirim dan mengirimkan sinyal ke perangkat penerima GPS di mana pun di bumi berada. Determining exact latitude and longitude is accomplished by triggering the GPS device to receive signals from four satellites that have the device in their line of sight. Tepat menentukan garis lintang dan bujur dapat dilakukan dengan memicu perangkat GPS untuk menerima sinyal dari empat satelit yang memiliki perangkat dalam berhadapan. The GPS receiver is a computer. Penerima GPS komputer. The way Jalan

. . . . . .
ar-old retired engineer, had pried the OnStar unit from behind the glove compartment and customized it to work with his laptop and commercially available mapping software. ar-tua pensiunan insinyur, telah membongkar unit yang OnStar dari balik laci dasbor dan disesuaikan untuk bekerja dengan laptop dan perangkat lunak pemetaan yang tersedia secara komersial. His wife read him directions right off the laptop that sat between them. Istrinya membacakan petunjuk langsung dari laptop yang duduk di antara mereka. The modified unit was no longer connected to the OnStar network, over which representatives could have provided the same service for a fee (Junnarkar, 2003). That quote shows that the response of some individuals to high-cost technical services is to avoid paying for them. Satuan yang diubah tidak lagi terhubung ke jaringan OnStar, di mana wakil bisa menyediakan layanan yang sama dengan biaya (Junnarkar, 2003). Itu menunjukkan bahwa kutipan tanggapan dari beberapa individu untuk biaya tinggi jasa teknis untuk menghindari membayar untuk mereka. That puts the individuals in the position of being dishonest. Yang menempatkan individu dalam posisi yang tidak jujur. However, there is another point of view on that issue. Namun, ada sudut pandang yang lain pada masalah itu. This is because the cost of subscribing to full GPS service on a car that has OnStar installed in it is not as cheap as subscribing to a magazine. Hal ini karena biaya berlangganan untuk layanan GPS penuh pada sebuah mobil yang telah terinstal di dalamnya OnStar tidak semurah berlangganan majalah. The cost of OnStar Service comes to $420 per year (Junnarkar, 2003). Biaya layanan OnStar datang ke $ 420 per tahun (Junnarkar, 2003). This may be easy for rich people to pay. Ini mungkin mudah bagi orang-orang kaya untuk membayar. People who cannot afford to pay that price are out of luck. Orang-orang yang tidak mampu membayar harga yang berada di luar keberuntungan. However, both rich and poor people face the same problems when they are driving on the road. Namun, baik kaya dan orang miskin menghadapi masalah yang sama ketika mereka sedang berkendara di jalan. That means that rich people get the benefit of GPS technology, but people who cannot afford those benefits could potentially suffer. Itu berarti bahwa orang kaya mendapatkan keuntungan dari teknologi GPS, tetapi orang yang tidak mampu membayar manfaat tersebut berpotensi menderita. This emphasizes the economic differences between rich and poor. Ini menekankan perbedaan ekonomi antara kaya dan miskin. Some p Beberapa p
. . . . . .

Some common words found in the essay are: Beberapa kata-kata umum yang ditemukan dalam esai adalah:
Additional GPS , Tambahan GPS, , Criminal GPS , Control GPS , OnStar Service , OnStar Kawal , September Somebody's , Osborne Media , Suppose GPS , Retrieved July , gps technology , driscoll 2002 , gps cars , people afford , junnarkar 2003 , save money , gps device , caher 2005 , courts ruled , gps help , device suspect's car , ruled police warrant , gps device suspect's , gps cars technology , driscoll 2002 gps , , Pidana GPS, Kontrol GPS, layanan OnStar, OnStar kawal, September Seseorang, Osborne Media, Anggaplah GPS, Diperoleh Juli, gps teknologi, Driscoll 2002, gps mobil, orang mampu, junnarkar 2003, menghemat uang, perangkat gps, caher 2005, pengadilan memerintah, gps membantu, perangkat mobil tersangka, polisi memerintah surat perintah, tersangka perangkat gps, gps teknologi mobil, Driscoll 2002 gps,


dikutip dari:lotsofessays.com

Sejarah Komputasi Modern

Sejarah Komputasi Modern
Marh 08, 2010 by: fathurrohman

Konsep dasar arsitektur komputer modern adalah konsep sebuah sistem yang menerima intruksi-intruksi dan menyimpannya dalam sebuah memory. Konsep ini pertama kali digagasi oleh John Von Neumann. Beliau di lahirkan di Budapest, ibukota Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Karya – karya yang dihasilkan adalah karya dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer. Beliau juga merupakan salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu. Kepiawaian John Von Neumann teletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep automata, teknologi bom atom dan komputasi modern yang kemudian melahirkan komputer.

Pengertian : Komputasi sebetulnya bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Komputasi merupakan suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer. Komputasi yang menggunakan komputer inilah yang disebut dengan Komputasi Modern. Komputasi modern menghitung dan mencari solusi dari masalah yang ada, yang menjadi perhitungan dari komputasi modern adalah : 1. Akurasi (bit, Floating poin) 2. Kecepatan (Dalam satuan Hz) 3. Problem volume besar (Down sizing atau paralel) 4. Modeling (NN dan GA) 5. Kompleksitas (Menggunakan teori Big O.

Daftar Pustaka

1. http://laksamana-embun.blogspot.com/2010/01/jhon-von-neumann-penggegas-komputasi.html

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi VN:F [1.6.8_931]

Monday, December 7, 2009

penggunaan matlab






Program Histogram Menggunakan Matlab
Seleksi objek biasanya selanjutnya dilakukan langkah deteksi tepi dalam proses pengolahan citra, di MATLAB proses pendeteksian tepi dilakukan dengan perintah/fungsi edge. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan pada deteksi tepi menggunakana MATLAB yaitu metode sobel, prewitt, roberts, laplacian of gaussian, dan Canny. Yang penting diperhatikan pada deteksi tepi bahwa hanya dapat dilakukan menggunakan citra grayscale atau citra 2-D.

Contoh penggunaan metode deteksi tepi :
>> I=im2bw(imread('x_ray2.JPG'));
>> bw1=edge(I,'sobel');
>> bw2=edge(I,'canny');
>> bw3=edge(I,'prewitt');
>> bw4=edge(I,'log');
>> bw5=edge(I,'robert');
>> imshow(I),title('awal)
??? imshow(I),title('awal)
|
Error: Missing variable or function.

>> imshow(I),title('awal')
Warning: Image is too big to fit on screen; displaying at 56% scale.
> In truesize>Resize1 at 308
In truesize at 44
In imshow at 161
>> figure,imshow(bw1),title('sobel)
??? figure,imshow(bw1),title('sobel)
|
Error: Missing variable or function.

>> figure,imshow(bw1),title('sobel')
Warning: Image is too big to fit on screen; displaying at 56% scale.
> In truesize>Resize1 at 308
In truesize at 44
In imshow at 161
>> figure,imshow(bw2),title('canny')
Warning: Image is too big to fit on screen; displaying at 56% scale.
> In truesize>Resize1 at 308
In truesize at 44
In imshow at 161
>> figure,imshow(bw3),title('prewitt')
Warning: Image is too big to fit on screen; displaying at 56% scale.
> In truesize>Resize1 at 308
In truesize at 44
In imshow at 161
>> figure,imshow(bw4),title('log')
Warning: Image is too big to fit on screen; displaying at 56% scale.
> In truesize>Resize1 at 308
In truesize at 44
In imshow at 161
>> figure,imshow(bw5),title('robert')
Warning: Image is too big to fit on screen; displaying at 56% scale.
> In truesize>Resize1 at 308
In truesize at 44
In imshow at 161
>>

Monday, October 19, 2009

IPtables pada linux

Tutorial IPTables
Lukman HDP/s3trum (lukman_hdp@yahoo.com)

August 5, 2003
Tulisan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai pemfilteran paket menggunakan IPTables pada Linux. Tulisan ini bersifat general yang menjelaskan secara umum bagaimana sintaks IPTables dibuat. Beberapa (banyak?) bagian dari tulisan diambil dari official site IPTables. Tidak ada copyright apapun dalam dokumen ini, anda bebas menyalin, mencetak, maupun memodifikasi (dengan menyertakan nama penulis asli). Kritik, koreksi, saran dan lain-lain silahkan dialamatkan ke email tersebut di atas. Semoga bermanfaat.
1. Persiapan

Sebelum mulai, diharapkan pembaca sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai TCP/IP karena hal ini merupakan dasar dari penggunaan IPTables. Ada (sangat) banyak resource yang mendokumentasikan konsep dasar tentang TCP/IP, baik itu secara online maupun cetak. Silahkan googling untuk mendapatkannya.

Hal berikutnya yang harus anda persiapkan adalah sebuah komputer yang terinstall Linux. Akan lebih baik jika komputer anda memiliki 2 buah network interface card, sebab bisa menjalankan fungsi packet forwarding. Disarankan anda menggunakan linux dengan kernel 2.4 ke atas, karena (setahu saya) linux dengan kernel 2.4 ke atas sudah memiliki dukungan IPTables secara default, sehingga anda tidak perlu mengkompilasi ulang kernel anda. Bagi anda yang menggunakan kernel 2.2 atau sebelumnya, anda harus melakukan kompilasi kernel untuk memasukkan dukungan IPTables. Silahkan lihat tutorial Kompilasi kernel 2.4.x di Linux oleh mas Asfik.
2. Pendahuluan

IPTables memiliki tiga macam daftar aturan bawaan dalam tabel penyaringan, daftar tersebut dinamakan rantai firewall (firewall chain) atau sering disebut chain saja. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD.

Pada diagram tersebut, lingkaran menggambarkan ketiga rantai atau chain. Pada saat sebuah paket sampai pada sebuah lingkaran, maka disitulah terjadi proses penyaringan. Rantai akan memutuskan nasib paket tersebut. Apabila keputusannnya adalah DROP, maka paket tersebut akan di-drop. Tetapi jika rantai memutuskan untuk ACCEPT, maka paket akan dilewatkan melalui diagram tersebut.

Sebuah rantai adalah aturan-aturan yang telah ditentukan. Setiap aturan menyatakan “jika paket memiliki informasi awal (header) seperti ini, maka inilah yang harus dilakukan terhadap paket”. Jika aturan tersebut tidak sesuai dengan paket, maka aturan berikutnya akan memproses paket tersebut. Apabila sampai aturan terakhir yang ada, paket tersebut belum memenuhi salah satu aturan, maka kernel akan melihat kebijakan bawaan (default) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan kepada paket tersebut. Ada dua kebijakan bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT.

Jalannya sebuah paket melalui diagram tersebut bisa dicontohkan sebagai berikut:

Perjalanan paket yang diforward ke host yang lain

1. Paket berada pada jaringan fisik, contoh internet.
2. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada table Mangle. Chain ini berfungsi untuk me-mangle (menghaluskan) paket, seperti merubah TOS, TTL dan lain-lain.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel nat. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan DNAT (Destination Network Address Translation).
5. Paket mengalami keputusan routing, apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain.
6. Paket masuk ke chain FORWARD pada tabel filter. Disinlah proses pemfilteran yang utama terjadi.
7. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel nat. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan SNAT (Source Network Address Translation).
8. Paket keluar menuju interface jaringan, contoh eth1.
9. Paket kembali berada pada jaringan fisik, contoh LAN.

Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal

1. Paket berada dalam jaringan fisik, contoh internet.
2. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel mangle.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel nat.
5. Paket mengalami keputusan routing.
6. Paket masuk ke chain INPUT pada tabel filter untuk mengalami proses penyaringan.
7. Paket akan diterima oleh aplikasi lokal.

Perjalanan paket yang berasal dari host lokal

1. Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan.
2. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel mangle.
3. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel nat.
4. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel filter.
5. Paket mengalami keputusan routing, seperti ke mana paket harus pergi dan melalui interface mana.
6. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT.
7. Paket masuk ke interface jaringan, contoh eth0.
8. Paket berada pada jaringan fisik, contoh internet.
3. Sintaks IPTables

iptables [-t table] command [match] [target/jump]



1. Table

IPTables memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER. Penggunannya disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Fungsi dari masing-masing tabel tersebut sebagai berikut :

1. NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
2. MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
3. FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT

2. Command

Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.

Command



Keterangan

-A
--append



Perintah ini menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir

-D
--delete



Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.

-R
--replace



Penggunaannya sama seperti --delete, tetapi command ini menggantinya dengan entry yang baru.

-I
--insert



Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.

-L
--list



Perintah ini menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan, maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).

-F
--flush



Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan di-flush.

-N
--new-chain



Perintah tersebut akan membuat chain baru.

-X
--delete-chain



Perintah ini akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.

-P
--policy



Perintah ini membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.

-E
--rename-chain



Perintah ini akan merubah nama suatu chain.

3. Option

Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.

Option



Command Pemakai



Keterangan

-v
--verbose



--list
--append
--insert
--delete
--replace



Memberikan output yang lebih detail, utamanya digunakan dengan --list. Jika digunakan dengan
--list, akan menampilkam K (x1.000),
M (1.000.000) dan G (1.000.000.000).

-x
--exact



--list



Memberikan output yang lebih tepat.

-n
--numeric



--list



Memberikan output yang berbentuk angka. Alamat IP dan nomor port akan ditampilkan dalam bentuk angka dan bukan hostname ataupun nama aplikasi/servis.

--line-number



--list



Akan menampilkan nomor dari daftar aturan. Hal ni akan mempermudah bagi kita untuk melakukan modifikasi aturan, jika kita mau meyisipkan atau menghapus aturan dengan nomor tertentu.

--modprobe



All



Memerintahkan IPTables untuk memanggil modul tertentu. Bisa digunakan bersamaan dengan semua command.

4. Generic Matches

Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.

Match



Keterangan

-p
--protocol


Digunakan untuk mengecek tipe protokol tertentu. Contoh protokol yang umum adalah TCP, UDP, ICMP dan ALL. Daftar protokol bisa dilihat pada /etc/protocols.

Tanda inversi juga bisa diberlakukan di sini, misal kita menghendaki semua protokol kecuali icmp, maka kita bisa menuliskan --protokol ! icmp yang berarti semua kecuali icmp.

-s
--src
--source


Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan alamat IP asal. Alamat di sini bisa berberntuk alamat tunggal seperti 192.168.1.1, atau suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.1.0/255.255.255.0, atau bisa juga ditulis 192.168.1.0/24 yang artinya semua alamat 192.168.1.x. Kita juga bisa menggunakan inversi.

-d
--dst
--destination


Digunakan untuk mecocokkan paket berdasarkan alamat tujuan. Penggunaannya sama dengan match –src

-i
--in-interface


Match ini berguna untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket datang. Match ini hanya berlaku pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING

-o
--out-interface


Berfungsi untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket keluar. Penggunannya sama dengan
--in-interface. Berlaku untuk chain OUTPUT, FORWARD dan POSTROUTING

5. Implicit Matches

Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.

a. TCP matches

Match



Keterangan

--sport
--source-port



Match ini berguna untuk mecocokkan paket berdasarkan port asal. Dalam hal ini kia bisa mendefinisikan nomor port atau nama service-nya. Daftar nama service dan nomor port yang bersesuaian dapat dilihat di /etc/services.

--sport juga bisa dituliskan untuk range port tertentu. Misalkan kita ingin mendefinisikan range antara port 22 sampai dengan 80, maka kita bisa menuliskan --sport 22:80.

Jika bagian salah satu bagian pada range tersebut kita hilangkan maka hal itu bisa kita artikan dari port 0, jika bagian kiri yang kita hilangkan, atau 65535 jika bagian kanan yang kita hilangkan. Contohnya --sport :80 artinya paket dengan port asal nol sampai dengan 80, atau --sport 1024: artinya paket dengan port asal 1024 sampai dengan 65535.Match ini juga mengenal inversi.

--dport

--destination-port



Penggunaan match ini sama dengan match --source-port.

--tcp-flags



Digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan TCP flags yang ada pada paket tersebut. Pertama, pengecekan akan mengambil daftar flag yang akan diperbandingkan, dan kedua, akan memeriksa paket yang di-set 1, atau on.

Pada kedua list, masing-masing entry-nya harus dipisahkan oleh koma dan tidak boleh ada spasi antar entry, kecuali spasi antar kedua list. Match ini mengenali SYN,ACK,FIN,RST,URG, PSH. Selain itu kita juga menuliskan ALL dan NONE. Match ini juga bisa menggunakan inversi.

--syn



Match ini akan memeriksa apakah flag SYN di-set dan ACK dan FIN tidak di-set. Perintah ini sama artinya jika kita menggunakan match --tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN

Paket dengan match di atas digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru terhadap server

b. UDP Matches

Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP.
Ada dua macam match untuk UDP:

--sport atau --source-port
--dport atau --destination-port

c. ICMP Matches

Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu :

--icmp-type

6. Explicit Matches

a. MAC Address

Match jenis ini berguna untuk melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address. Perlu diingat bahwa MAC hanya berfungsi untuk jaringan yang menggunakan teknologi ethernet.

iptables –A INPUT –m mac –mac-source 00:00:00:00:00:01


b. Multiport Matches

Ekstensi Multiport Matches digunakan untuk mendefinisikan port atau port range lebih dari satu, yang berfungsi jika ingin didefinisikan aturan yang sama untuk beberapa port. Tapi hal yang perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggunakan port matching standard dan multiport matching dalam waktu yang bersamaan.

iptables –A INPUT –p tcp –m multiport --source-port 22,53,80,110

c. Owner Matches

Penggunaan match ini untuk mencocokkan paket berdasarkan pembuat atau pemilik/owner paket tersebut. Match ini bekerja dalam chain OUTPUT, akan tetapi penggunaan match ini tidak terlalu luas, sebab ada beberapa proses tidak memiliki owner (??).

iptables –A OUTPUT –m owner --uid-owner 500

Kita juga bisa memfilter berdasarkan group ID dengan sintaks --gid-owner. Salah satu penggunannya adalah bisa mencegah user selain yang dikehendaki untuk mengakses internet misalnya.

d. State Matches

Match ini mendefinisikan state apa saja yang cocok. Ada 4 state yang berlaku, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED dan INVALID. NEW digunakan untuk paket yang akan memulai koneksi baru. ESTABLISHED digunakan jika koneksi telah tersambung dan paket-paketnya merupakan bagian dari koneki tersebut. RELATED digunakan untuk paket-paket yang bukan bagian dari koneksi tetapi masih berhubungan dengan koneksi tersebut, contohnya adalah FTP data transfer yang menyertai sebuah koneksi TCP atau UDP. INVALID adalah paket yang tidak bisa diidentifikasi, bukan merupakan bagian dari koneksi yang ada.

iptables –A INPUT –m state --state RELATED,ESTABLISHED

7. Target/Jump

Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.

iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets

Target



Keterangan

-j ACCEPT
--jump ACCEPT



Ketika paket cocok dengan daftar match dan target ini diberlakukan, maka paket tidak akan melalui baris-baris aturan yang lain dalam chain tersebut atau chain yang lain yang mereferensi chain tersebut. Akan tetapi paket masih akan memasuki chain-chain pada tabel yang lain seperti biasa.

-j DROP
--jump DROP



Target ini men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket antara client dan server.

Paket yang menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.

-j RETURN
--jump RETURN



Target ini akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada chain dimana paket tersebut menemui target RETURN. Jika chain merupakan subchain dari chain yang lain, maka paket akan kembali ke superset chain di atasnya dan masuk ke baris aturan berikutnya. Apabila chain adalah chain utama misalnya INPUT, maka paket akan dikembalikan kepada kebijakan default dari chain tersebut.

-j MIRROR



Apabila kompuuter A menjalankan target seperti contoh di atas, kemudian komputer B melakukan koneksi http ke komputer A, maka yang akan muncul pada browser adalah website komputer B itu sendiri. Karena fungsi utama target ini adalah membalik source address dan destination address.

Target ini bekerja pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING atau chain buatan yang dipanggil melalui chain tersebut.

Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:

a. LOG Target

Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG --log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG --log-level debug
iptables –A INPUT –p tcp –j LOG --log-prefix “INPUT Packets”

b. REJECT Target

Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT --reject-with icmp-host-unreachable

Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.

c. SNAT Target

Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT --to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000

d. DNAT Target

Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 --dport 80 –j DNAT --to-destination 192.168.0.2

e. MASQUERADE Target

Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option --to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.

Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE

f. REDIRECT Target

Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –i eth1 –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to-port 3128

Tutuorial Squid bisa dilihat di Instalasi Squid, Banner Filter, Porn Filter, Limit Bandwith, Transparan Proxy bikinan mas Hanny.
4. Penutup

Demikian dasar-dasar dari IPTables beserta komponen-komponennya. Mungkin anda masih agak bingung tentang implementasi dari apa yang telah dijelaskan di atas. Insya Allah dalam tulisan yang akan datang, saya akan memberikan beberapa contoh kasus jaringan yang menggunakan IPTables. Yea.. may I have enough power to do it :)
5. Change Log

Thursday, October 15, 2009

LOGIKA pROGAM jARKOM pADA liNUX

Logika Program

Pada pertemuan kali ini, kita akan mencoba untuk memanipulasi IP address pada LINUX. Disini kita akan menentukan IP address kita masing-masing, memeriksa IP address seseorang, Memblock IP address seseorang agar IP address yang kita block tidak bisa memeriksa IP address kita maupun sebaliknya, dan juga kita dapat mengembalikan hak akses IP address seseorang.
Kita menggunakan perintah ”Ifconfig eth0 172.16.2.205 netmask 255.255.255.0” untuk menentukan IP address kita masing-masing. 172.16.2.205 adalah merupakan IP address yang telah kita tentukan sendiri, sedangkan netmask 255.255.255.0 adalah merupakan kelas C. Jadi IP address yang telah kita buat berada di kelas C.
Setelah itu kita akan memasukkan perintah ”ping 172.16.2.205”, dimana perintah ”ping” adalah perintah yang digunakan untuk memeriksa IP adress yang dituju, sedangkan ”172.16.2.205” adalah IP address yang ingin kita periksa.
Jika kita ingin memblok IP address seseorang, kita dapat menggunakan perintah ”Iptables -A INPUT –s 203.130.23.98 –j DROP” dimana jika kita memblock IP address seseorang dengan perintah, maka orang yang kita block maupun kita sendiri yang memblock sama-sama tidak bisa saling mengecek IP address. ”-A” di sini bisa berarti Append, Insert yang berarti menyisipkan, memasukkan, ”-s” di sini merupakan ”source”, ”203.130.23.98” merupakan IP address yang akan kita block, ”-j” berarti ”jump”, dan kata ”DROP” berarti memblock.
Jika kita ingin mengembalikan hak akses orang yang telah kita block maupun hak akses kita terhada orang yang telah kita block IP addressnya, kita dapat menuliskan perintah ” Iptables -A INPUT –s 203.130.23.98 –j ACCEPT” yang dimana kita akan megembalikan hak akses seseorang agar dapat memeriksa IP address kita mauapun sebaliknya. Sama seperti di atas, ”-A” berarti ”append” atau ”insert”, ”-s” berarti ”source”, ” 203.130.23.98” merupakan IP address yang akan kita kembalikan hak aksesnya, ”-j” berarti ”jump”, dan ”ACCEPT” merupakan perintah untuk menerima/ memberikan hak akses kembali.
Kita dapat melihat kegiatan DROP dan ACCEPT yang telah dilakukan dengan menggunakan perintah ”iptables –L”. Dengan mengetikkan perintah ini, saat kita menekan tombol enter, maka akan keluar list dari kegiatan DROP dan ACCEPT yang telah kita lakukan.